Uncategorized

Unggah Video, Prajurit TNI ini Viral

Calonviral – Sebuah video menampilkan seorang prajurit TNI tengah menunggu datangnya pemimpin organisasi masyarakat (ormas) saat tengah menjalankan tugas menuju bandara kini viral di medsos.

Video tersebut berdurasikan 17 detik yang direkam oleh seorang prajurit TNI yaitu Kopda Asyari Tri Yudha, di dalam video unggahannya ia tengah memberi tahu masyarakat jika ia sedang bahagia menunggu kedatangan Rizieq ke tanah air.

Banyak yang menganggap video ini menyalahi tata cara di dalam TNI menjalankan tugas yang diambilnya saat itu juga.

“Otw bandara, untuk mengamankan Imam Besar Habib Rizieq Shihab” Kata seseorang yang di duga merupakan TNI.

Baca Disini : Habib Rizieq pulang ke indonesia, bagaimana kelanjutan kasus nya?

Menurut Kolonel Refki Efriandana Edwar mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh seorang prajurit ini merupakan kesalahan dalam bertugas.

Video ini pun dibuat oleh seorang Kopda Asyari.

“Kesalahan yang dilakukan ini lebih mengarah ke dalam melanggar peraturan disiplin seorang prajurit, karena ia ditugaskan untuk mengamankan objek vital di bandara” Ujarnya pada awak media.

Unggah Video, Prajurit TNI ini Viral

“Seharusnya ia hanya mengamankan objek vital saja, namun divideo tersebut ia mengatakan tengah mengamankan Habib Rizieq”. Lanjut Refki

Hal yang dilakukan oleh prajurit TNI ini juga telah dianggap menyalahi aturan yang telah dibuat, yaitu ia memberitahukan kepada semua orang mengenai tugas yang tengah ia jalankan.

Di dalam prajurit TNI ada sumpah tersendiri yaitu untuk menjaga kerahasiaan TNI.

“Setiap prajurit mempunyai sumpah agar menjaga rahasia di TNI sebenar benarnya. Namun ia malah mengabaikan hal tersebut dan diunggah ke media sosial, hal ini telah dikatakan sebagai penyimpangan tugas”

Untuk hal selanjutnya kopda Asyari ini telah diamankan dan ditetapkan akan mendapat sanksi hukum yang ringan tanpa menjalani sidang militer.

“Akhirnya kini telah diputuskan oleh Panglima (TNI) bahwa ia akan dikembalikan agar bisa dibina kembali oleh dansatnya. Tidak akan melakukan proses sidang militer dan hanya menggunakan hukum yang internal, atau yang biasa disebut dengan disiplin ringan” imbuhnya.

Comment here